Memainkan musik sekarang bisa dilakukan dengan mudah kapan dan di mana saja. Cuma dengan satu handphone genggam, setiap orang bisa mendengarkan musik atau melihat video musik favorit mereka melalui sebuah layanan offline atupun online.
Jika ingin melakukannya secara online, kita musti menyambung dengan koneksi internet untuk bisa memutar semua lagu yang kita ingin dengar.
Ada banyak software pemutar musik juga video musik online yang bisa dipasang ke perangkat smartphone atau komputer. Umumnya layanan tersebut tak berbayar.
The last train is nearly due, His restless eyes leap and snatch, Now from the tunnel's stony womb, And the train is gone suddenly. Now from his pocket quick he flashes, And his heart is laughing, screaming, pounding, Tags:
#A
#Art Garfunkel
#Amerika
Art Garfunkel - A Poem On The Underground Wall
Kereta terakhir hampir tiba,
The underground is closing soon,
Bawah tanah akan segera ditutup,
And in the dark deserted station,
Dan di stasiun gelap yang sunyi,
Restless in anticipation,
Gelisah dalam mengantisipasi,
A man waits in the shadows.
Seorang pria menunggu dalam bayang-bayang.
Matanya yang gelisah melompat dan menyambar,
At all that they can touch or catch,
Yang bisa mereka sentuh atau tangkap,
And hidden deep within his pocket,
Dan tersembunyi jauh di dalam sakunya,
Safe within its silent socket,
Aman dalam soket diamnya,
He holds a coloured crayon.
Dia memegang krayon berwarna.
Sekarang dari rahim berbatu terowongan,
The carriage rides to meet the groom,
Gerbong naik untuk memenuhi pengantin pria,
And opens wide the welcome doors,
Dan membuka lebar pintu selamat datang,
But he hesitates, then withdraws
Tapi dia ragu-ragu, lalu mundur
Deeper in the shadows.
Lebih dalam di bayangan.
Dan kereta tiba-tiba hilang.
On wheels clicking silently
Pada roda mengklik diam-diam
Like a gently tapping litany,
Seperti litani mengetuk dengan lembut,
And he holds his crayon rosary
Dan dia memegang rosario krayonnya
Tighter in his hand.
Lebih erat di tangannya.
Sekarang dari sakunya cepat dia berkedip,
The crayon on the wall he slashes,
Krayon di dinding dia tebas,
Deep upon the advertising,
Jauh di atas periklanan,
A single-worded poem comprising
Puisi satu kata terdiri
Four letters.
Empat huruf
Dan hatinya tertawa, menjerit, berdebar,
The poem across the tracks resounding,
Puisi di trek bergema,
Shadowed by the exit light
Dibayangi oleh lampu keluar
His legs take their ascending flight
Kakinya terbang ke atas
To seek the breast of darkness and be suckled by the night.
Untuk mencari payudara kegelapan dan disusui oleh malam.
